Selasa, 12 April 2016

LELAH

Lelah, aku hanya lelah. Lelah menunggu mu yang tak kunjung hadir kembali dalam hidupku.
Lelah, aku memang lelah. Lelah tuk merindu, lelah tuk mencinta, lelah tuk menangisi hal-hal yang tak pernah akan kembali hadir di dunia ku.
Lelah, aku sangat lelah. Lelah dengan harapan, lelah dengan mimpi, lelah dengan angan-angan, lelah dengan hati yang masih saja ada pada diri mu.

Lelah, aku sekarang lelah. Lelah dengan apa yang menyangkut tentang dirimu, tentang kisah mu, dan semua hal yang ada pada dirimu
Lelah, aku sudah lelah. Lelah akan perasaanku, rasa yang menyakitiku, rasa yang bisa menduakan-Nya, rasa yang membunuhku secara perlahan, dan rasa yang membuatku hanya terdiam dengan rasa pedih yang teramat dalam.
Lelah, aku terlalu lelah. Lelah tuk bertahan dengan egoku yang mempertahankan rasa ku kepadamu. Lelah, aku hanya ingin mengakhiri semua ini.
Lelah, aku hanya ingin berhenti tuk merasakan lelah. Ku serahkan rasa lelahku kepada-Nya, rasa lelah tuk menjaga fitrahku sebagai manusia yaitu cinta. Walau rasa yang suci itu harus menyakitiku lebih dari sekedar patah hati. Namun, ini bukanlah tanda sebagai aku menyerah tuk mencinta. hanya saja, aku tak ingin rasa lelah ku hanya kepadamu seorang. Tapi, aku ingin rasa lelahku menjadi lillah  kepada Allah SWT. Agar tak ada hadir kecemburuan-Nya terhadap diriku, diriku hanya manusia ciptaan-Nya yang telah lelah akan rasa yaitu cinta kepada makhluk-Nya walau harus memendamnya dalam diam.