SHIT THING !
Mungkin Judulnya terlalu kasar, atau mungkin kata-katanya kotor tapi percayalah ini bukan Makian ataupun kalimat Sumpahan atau Singgungan hahahaha.
Tau berharap? Bagaimana rasanya? saat-saat berdoa dalam kesendirian, saat hati sudah mantap dan terpaut pada Allah dan yakin bahwa Allah SWT takkan mengecewakan mu.
Terkadang yang anda harapkan tak sampai ditangan walaupun anda sudah berusaha sekeras mungkin, sudah ber-Tahajud sebanyak mungkin, sudah ber-Hajat sebisa mungkin, selalu menyisipkan doanya diakhir sholat.
Dan pada saat seperti itu mulailah muka-muka memperhatikan dan suara-suara menusuk "Fiz, yang sabar" "usah nangis Fiz" Ya Allah rasa-rasa mau nangis tu memang ndak ada "Posisimu Tersingkirkan" hahaha ini nusuk nih sumpah deng wkwkwk. Lalu apakah yang anda pikirkan saat Allah SWT tak mengabulkan keinginan anda? itu bukanlah sebuah alasan untuk menganggap-Nya tak Adil!
Ustadz Yusuf Mansur dalam ceramahnya berkata :
"Ada seseorang yang rajin berdoa, minta sesuatu sama Allah. Orangnya sholeh. Ibadahnya baik. Tapi doa tak kunjung terkabul. Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan juga belum. Tetap dia berdoa. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga. Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat masih bolong-bolong.
Tidak ada alasan untuk bersedih, Rasulullah SAW bersabda dalam hadist yang kutipannya seperti ini, "Bahwa Allah sedang memilih kepada siapa cinta-Nya akan diberikan, kemudian Allah akan menguji hambanya dengan memberi cinta-Nya apabila hambanya dapat sabar dalam cobaannya itu Allah akan memilihnya untuk memberikan cinta-Nya dan apabila dia ikhlas, maka Allah akan menggugurkan dosa-dosanya dan ridho Allah ada beserta hambanya yang ridho dan ikhlas" Jadi kalau lagi susah hati itu bukan berarti Allah tidak berpihak, kenapa? karena Allah sedang menguji kita dalam keadaan tidak berkenan, tidak enak, tidak menyenangkan, cinta kita kepada Allah harus tetap tinggi. Adanya kesedihan yang muncul, adanya fikiran kondisi tersebut karena Allah tidak berpihak, jangan sampai membuat kita larut didalamnya, kenapa? karena kalau dalam keadaan begitu Allah memanggil kita kemudian wafat, kita bagaimana?
Terkadang yang anda harapkan tak sampai ditangan walaupun anda sudah berusaha sekeras mungkin, sudah ber-Tahajud sebanyak mungkin, sudah ber-Hajat sebisa mungkin, selalu menyisipkan doanya diakhir sholat.
Dan pada saat seperti itu mulailah muka-muka memperhatikan dan suara-suara menusuk "Fiz, yang sabar" "usah nangis Fiz" Ya Allah rasa-rasa mau nangis tu memang ndak ada "Posisimu Tersingkirkan" hahaha ini nusuk nih sumpah deng wkwkwk. Lalu apakah yang anda pikirkan saat Allah SWT tak mengabulkan keinginan anda? itu bukanlah sebuah alasan untuk menganggap-Nya tak Adil!
Ustadz Yusuf Mansur dalam ceramahnya berkata :
"Ada seseorang yang rajin berdoa, minta sesuatu sama Allah. Orangnya sholeh. Ibadahnya baik. Tapi doa tak kunjung terkabul. Sebulan menunggu masih belum terkabul juga. Tetap dia berdoa. Tiga bulan juga belum. Tetap dia berdoa. Hingga hampir satu tahun doa yang ia panjatkan, belum terkabul juga. Dia melihat teman kantornya. Orangnya biasa saja. Tak istimewa. Sholat masih bolong-bolong.
Kelakuannya juga sering nggak beres, sering tipu-tipu, bohong sana-sini. Tapi anehnya, apa yang dia doain, semuanya dipenuhi. Orang sholeh ini pun heran. Akhirnya, dia pun dateng ke seorang ustadz. Ceritalah dia permasalahan yang sedang dihadapi. Tentang doanya yang sulit terkabul padahal dia taat, sedangkan temannya yang bandel, malah dapat apa yang dia inginkan.
Tersenyumlah ustadz ini. Bertanyalah si ustadz ke orang ini. Kalau Anda lagi duduk di warung, kemudian datang pengamen, tampilannya urakan, maen musiknya gak bener, suaranya fals, bagaimana? Orang sholeh tadi menjawab, segera saya kasih pak ustadz, gak nahan ngeliat dan ndengerin dia lama-lama di situ, sambil nyanyi pula.
Kalau pengamennya yang dateng rapi, main musiknya enak, suaranya empuk, bawain lagu yang kamu suka, bagaimana? Wah, kalo gitu, saya dengerin ustadz. Saya biarin dia nyanyi sampai habis. Lama pun nggak masalah. Kalau perlu saya suruh nyanyi lagi. Nyanyi sampai sealbum pun saya rela. Kalau pengamen tadi saya kasih 500, yang ini 10.000 juga berani, ustadz.
Pak ustadz pun tersenyum. begitulah nak. Allah ketika melihat engkau, yang sholeh, datang menghadap-Nya, Allah betah ndengerin doamu. Melihat kamu. Dan Allah pengen sering ketemu kamu dalam waktu yang lama. Buat Allah, ngasih apa yang kamu mau itu gampang betul. Tapi Dia pengen nahan kamu biar khusyuk, biar deket sama Dia. Coba bayangin, kalo doamu cepet dikabulin, apa kamu bakal sedeket ini? Dan di penghujung nanti, apa yang kamu dapatkan kemungkinan besar jauh lebih besar dari apa yang kamu minta.
Beda sama temenmu itu. Allah gak mau kayaknya, dia deket-deket sama Allah. Udah dibiarin biar bergelimang dosa aja dia ini. Makanya Allah buru-buru kasih aja. Udah. Jatahnya ya segitu doang. Gak nambah lagi.
Dan yakinlah, kata pak ustadz, kalaupun apa yang kamu minta ternyata gak Allah kasih sampai akhir hidupmu, masih ada akhirat, nak. Sebaik-baik pembalasan adalah jatah surga buat kita. Nggak bakal ngerasa kurang kita di situ.
Tersadarlah orang tadi. Ia pun beristighfar, sudah berprasangka buruk kepada Allah. Padahal Allah betul-betul amat menyayanginya."
Memang ada kalanya hidup tidak berjalan sesuai dengan apa yang kita harapkan. Gelombang ujian dan cobaan seakan tak henti menerpa. Dari yang hanya membuat kita tertegun sejenak hingga yang menjadikan kita terkapar tak berdaya karenanya. Pedih dan getirpun menjadi rasa yang tertuai.Tidak ada alasan untuk bersedih, Rasulullah SAW bersabda dalam hadist yang kutipannya seperti ini, "Bahwa Allah sedang memilih kepada siapa cinta-Nya akan diberikan, kemudian Allah akan menguji hambanya dengan memberi cinta-Nya apabila hambanya dapat sabar dalam cobaannya itu Allah akan memilihnya untuk memberikan cinta-Nya dan apabila dia ikhlas, maka Allah akan menggugurkan dosa-dosanya dan ridho Allah ada beserta hambanya yang ridho dan ikhlas" Jadi kalau lagi susah hati itu bukan berarti Allah tidak berpihak, kenapa? karena Allah sedang menguji kita dalam keadaan tidak berkenan, tidak enak, tidak menyenangkan, cinta kita kepada Allah harus tetap tinggi. Adanya kesedihan yang muncul, adanya fikiran kondisi tersebut karena Allah tidak berpihak, jangan sampai membuat kita larut didalamnya, kenapa? karena kalau dalam keadaan begitu Allah memanggil kita kemudian wafat, kita bagaimana?
Iya, memang Idealnya kita hidup di dunia ini ingin merasakan kebahagiaan dan ketenangan siapa sih yang tidak mau jaan hidupnya mulus-mulus aja? Tapi ternyata justru yang namanya hidup, pasti penuh dengan ujian, sebuah keniscayaan yang telah jadi sunatullah-Nya. Pada dasarnya kehidupan kita adalah kumpulan dari masalah demi masalah. Bahwa pergantian dan perpindahan dari satu waktu ke waktu yang lain adalah perpindahan dan pergantian masalah demi masalah. Karena hidup adalah tempatnya ujian atau masalah. Sebagaimana firman-Nya :
“ Dan kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah – buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang – orang yang sabar “ (Q.S Al baqarah : 155 )
“ Sesungguhnya kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk kami menguji mereka siapakah diantaranya yang terbaik perbuatannya” ( Q.S al Kahfi : 7 )
“ Apakah mereka mengira bahwa mereka akan di biarkan hanya dengan mengatakan “kami telah beriman” dan mereka tidak di uji? Dan sungguh, kami telah menguji orang – orang sebelum mereka, maka allah pasti mengetahui orang – orang yang benar dan pasti mengetahui orang – orang yang dusta” ( Q.S Al Ankabut 2- 3 )
karena hidup itu warna warni. ada suka, ada juga duka, ada tertawa ada menangis. Kita senantiasa berhadapan dengan masalah. Hanya saja kadarnya masalah itu berbeda – beda sesuai tingkatan kemampuan seseorang dalam memikulnya. Karena hidup tidak selamanya merasakan kebahagiaan saja pun tidak hanya merasakan kesedihan saja, setiap manusia pasti memiliki episodenya masing-masing. Yang menjadi masalah sebenarnya bukan pada masalahnya, namun masalah yang utama adalah sikap kita terhadap suatu masalah. Dengan masalah yang sama ada yang bersyukur, dan yang lain ada sebaliknya. Rasulullah bersabda : “Sesungguhnya urusan orang beriman itu selalu baik, apabila di timpa kebaikan ia bersyukur dan syukur itu baik baginya. Dan apabila ia di timpa kesusahan ia bersabar dan sabar itu baik baginya.”
Karena sebagai orang yang percaya terhadap Qada' dan Qadar Allah apalah perlunya pikiran dan hati tenggelam dalam kesedihan dan kekecewaan berlarut-larut. Biarlah semuanya terjadi sesuai dengan ketetapan Allah. Kuatkan pikiran kita untuk mencari air yang baru. Dengan demikian, Insya Allah tumpahnya air akan menjadi keuntungan karena kita mendapatkan pahala sabar serta pahala ikhtiar. Apa yang memang menjadi jatah kita di dunia, entah itu rizki, jabatan atau kedudukan, pasti akan Allah sampaikan. Tetapi apa yang memang bukan milik kita, ia tidak akan bisa kita miliki. Meski ia nyaris menghampiri kita, meski kita mati-matian mengusahakannya.
"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kami jelaskan yang demikian itu) supaya kamu jangan berdukacita terhadap apa yang luput dari kamu, dan supaya kamu jangan terlalu gembira terhadap apa yang diberikan-Nya kepadamu. Dan Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong lagi membanggakan diri.." (al-Hadiid: 22-23)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar